Get Adobe Flash player

Buku Burung

Monday
February 2015
23
Home

Melestrikan Lore Lindu Bersama Masyarakat

Juli 17, 2009

Kawasan Lore Lindu sudah dihuni oleh masyarakat sejak ribun tahun yang lalu. Jejak kebudayaan animisme dan dinamisme berupa artefak megalith dan gerabah yang tersebar di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) usianya beragam dari 3000 tahun sampai ratusan tahun yang lalu. Kebudayaan primitif ini berangsur hilang dengan datangnya Albert C. Kruytt seorang misionaris yang pada awal abad 20 mulai mengenalkan agama monotheis kepada penduduk asli. Penduduk asli di Lore Lindu secara garis besar meliputi suku Behoa, Bada, Pekurehua, Kaili, Kulawi, serta beberapa sub-etnis lain seperti To Lindu di Enklave Lindu.

Interaksi masyarakat sekitar kawasan TNLL dengan hutan yang sudah terjalin sedemikian lama melahirkan produk kebudayaan yang sering disebut dengan kearifan lokal . Pola pengelolaan hutan secara tradisional sudah dikenal oleh masyarakat dengan pembagian hutan dalam zonasi tradisional seperti wana kiki, wana, pangale, pahawa dan oma.

Last Updated (Saturday, 08 February 2014 17:53)

Read more...

 

Melestarikan Burung Maleo

Burung Maleo atau Macrocephalon Maleo,
merupakan burung endemik yang hanya bisa dijumpai di Kepulauan Sulawesi. Burung ini bisa ditemukan di hutan pegunungan dan hutan pantai, di Sulawesi Tengah.

Sepintas penampilan burung ini biasa saja,
selain jambul di kepalanya, burung ini mirip dengan ayam. Dari penampilannya,
sulit dibedakan antara burung jantan dan betina.

Last Updated (Saturday, 08 February 2014 17:52)

Read more...

 

Lokasi Pengamatan Burung

Mengamati burung adalah aktivitas yang sangat menyenangkan, terlebih lagi bila dilakukan secara berombongan bersama anggota keluarga,  teman, sahabat atau kerabat, sangat  seru!  Kegiatan pengamatan burung adalah perpaduan kegiatan petualangan, ilmiah, pendidikan dan konservasi.

Saat ini banyak pihak yang mengembangkan kegiatan pengamatan burung di alam sebagai kegiatan alternatif cara mencintai burung tanpa harus memeliharanya dalam sangkar.  Melakukan pengamatan burung sungguh menyenangkan, semakin lama melakukan kegiatan tersebut, maka sang pengamat burung akan makin mencintai aktifitasnya dan merasakannya sebagai sebuah seni.

Last Updated (Saturday, 08 February 2014 17:52)

Read more...

 

Login Form

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday173
mod_vvisit_counterYesterday403
mod_vvisit_counterThis week576
mod_vvisit_counterLast week1400
mod_vvisit_counterThis month4788
mod_vvisit_counterLast month8402
mod_vvisit_counterAll days206730

We have: 12 guests online
Your IP: 207.241.237.105
Mozilla 5.0, 
Today: Feb 23, 2015