Melestrikan Lore Lindu Bersama Masyarakat
Juli 17, 2009
Kawasan Lore Lindu sudah dihuni oleh masyarakat sejak ribun tahun yang lalu. Jejak kebudayaan animisme dan dinamisme berupa artefak megalith dan gerabah yang tersebar di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) usianya beragam dari 3000 tahun sampai ratusan tahun yang lalu. Kebudayaan primitif ini berangsur hilang dengan datangnya Albert C. Kruytt seorang misionaris yang pada awal abad 20 mulai mengenalkan agama monotheis kepada penduduk asli. Penduduk asli di Lore Lindu secara garis besar meliputi suku Behoa, Bada, Pekurehua, Kaili, Kulawi, serta beberapa sub-etnis lain seperti To Lindu di Enklave Lindu.
Interaksi masyarakat sekitar kawasan TNLL dengan hutan yang sudah terjalin sedemikian lama melahirkan produk kebudayaan yang sering disebut dengan kearifan lokal . Pola pengelolaan hutan secara tradisional sudah dikenal oleh masyarakat dengan pembagian hutan dalam zonasi tradisional seperti wana kiki, wana, pangale, pahawa dan oma.
Last Updated (Saturday, 08 February 2014 17:53)
|
|
















